Jumat, 05 Agustus 2011

Seandainya #Part13

Hari ini Jessy berulang tahun. dia mengundang semua teman sekolahnya tak terkecuali Ana dan Kimi sahabatnya. Serta Abi sang pacarnya Jessy.
Disini lah semua titik galau Ana memuncak. Ana duduk disebelah Jessy dan tak lama saat ana tiba Abi pun menyusul. Dengan mesranya Abi memeluk dan mencium Jessy dengan penuh kelembutan.
Tanpa sanar ana mengeluarkan airmatanya , dan dia langsung berlari ke WC dan berdiri di depan kaca.
Disana ana sedikit berteriak , ia mencaci maki dirinya sendiri , mengacak ngacak rambutnya , layaknya kayak orang yang frustasi.
"aku emang relain kamu ama Jessy , tapi sumpah ! aku sayang sama kamu !" teriak ku sambil mengeluarkan banyak air mata.
Abi yang sadar akan kepergian ana langsung menghindar dari keramaian dan mencari ana , ia bingung dan ia harus mengatakan yang sebenarnya apa yang terjadi.
Abi menemukan nya dan abi mendengar apa yang dikatakan Ana. dan tanpa sadar Abi memeluk ana dari belakang.
"aku juga sayang sama kamu , dari awal .. dari awal kamu nolong aku" ucap abi sambil menangis.
"kenapa kamu milih dia? kenaaapaaaa?" tanyaku sedikit berteriak.
"dia sakiit , dia kena leukimia ana dan hidupnya ga bakalan lama lagi. dia pengen aku di dekat dia sampai waktunya habis ana.." jawab abi lirih
Ana terdiam dan menangis. Dia melepaskan pelukan abi dan berlari pulang tanpa menghiraukan Jessy dan Kimi yang memanggilnya.

Seandainya #Part12

Anabella Home

Ana yang mengetahui kabar Jessy dan Abi telah resmi berpacaran terkulai lemah. dia menangis sejadi jadinya dikamarnya.
Dia benci , dia benci dengan apa yang terjadi !
Kenapa dia mesti kehilangan orang orang yang disayanginya.
Bunda meninggalkannyaa , dan sekaraaang Abi juga meninggalkannya.
Ana menangis dalam kebenciannya.
Ana benci semuaaaa nya.

Harvart School

Ana mencoba tegar dan tetap tersenyum bersama sahabat sahabatnya. ana mencoba ikhlas menerima kenyataan.
ana mengikhlaskan Abi untuk Jessy. asalkan itu membuat abi dan sahabatnya bahagia.
ana menlanjutkan kehidupannya dan kegalauannya dengan setiap kemesraan Abi dan Jessy di depannya.

Seandainya #Part11

Abi sampai dirumah dengan lemas. kepalanya pusing dan matanya berkunang kunang.
dia kini berada diposisi yang salah.
abi terduduk lemas di meja belajarnya , dia membuka lacinya dan mengambil sebuah foto.
foto perpisahan smp nya dengan Ana . iyaa dia sudah menyukai ana dari kelas dua smp silam saat ana menolongnya berjalan ketika ia terjatuh saat pertandingan bola antar kelas. ana yang menggotongnya dengan tertatih ke UKS dan membantu mengobatinya.
ana yang selalu ada untuknya. ana yang menjadi impiannya.
abi menatap foto itu , dan sekarang dia harus memilih antara Ana atau Jessy.
semua sangat sulit , semua ga bisa di tebaak.
sampai akhirnya Abi memutuskan memilih Jessy dalam hidupnya.
ia mengambil handphonenya dan menelpon Jessy.

"tuuut... tuuuuuuuuuut...."
"halo" sapa jessy
"halo jess , iya aku menerimamu menjadi pacarku" ucap abi dengan berat
"benarkah? terimakasih abi , terimakasih" sahut jessy girang
abi hanya tersenyum pasrah.

Seandainya #Part10

Jessy mengirim pesan singkat kepada abi. dia ingin mengajak abi ketemuan. ya dia sudah memikirkan nya , dia sangat menyukai abi dan dia ingin di akhir hidupnya dia bisa bersama abi. walau dia harus berkata duluan dan dia harus jujur akan keadaannya sekarang.

Cafe Daun jam 15.00 sore Jessy duduk menunggu kedatangan Abi.
"hai , uda lama ya? sori maceet" sapa abi
"hai ! ga kok aku juga baru nyampe" jawabku ramah
"jadi apa?" tanya abi
"kamu ga mau pesen sesuatu dulu?" tanya ku lagi "aku hanya ingin mengobrol saja , sudah lama kan kita ga ngobrol bareng?" kataku lagi
"hahaa iya juga sih , ya uda aku pesen capuccino aja. kamu uda pesen?"
"uda kok.."
"okee so what?"
"aku bingung harus mulai darimana , tapi yang pasti aku .. aku ... aa .. aku menyukaimu ! iyaa aku menyukaimu" jawabku lancar
deg !
"kenapa diam bi?" tanya ku
"maksud mu apa jess?" tanya abi
"maksudku kamu mau ga jadi pacar aku?" tanya ku sambil menunduk
"aku rasa ini waktu yang tepat , aku menyukai mu dari kelas satu dan baru bisa dekat dengan mu kelas dua. aku leukimia bi.." kataku lemah
"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA? Kamu serius?" tanya abi
"iya , hidup aku ga berapa bulan lagi. ku mohon temani aku disisa akhir hidupku" tangis ku mulai meledak.
Abi memelukku dalam diam. dia linglung dan bingung.

Seandainya #Part9

Ana memasuki perkarangan rumahnya. ia sangat lelah setelah seharian sekolah , mengikuti les tambahan , dan juga harus menjemput Jessy dirumah sakit. dia senang akhirnya sahabatnya dapat kembali sekolah lagi.
Sesampainy dikamar Ana mengambil diarinya dan menuliskan sesuatu.

Dear diary
hari ini jessy pulang , aku senang dia sudah sembuh. tapi semakin hari perasaan ku kepada abi semakin kuat. saat jessy sakit aku sering bersama dengan abi.
ya allah aku sangat mencintainya lebih dari apapun. kamu tau kan diary aku berjuang masuk harvart demi dia , aku menyukainya dari smp sampai akhirnya aku belajar mati matian hanya untuk dia.
tapi sekarang yang terjadi sahabatku menyukainya dan sangat menyukainya.
apa yang harus kulakukan? aku sangat mencintainya diary :(


Ana berbaring di kasurnya yang empuk , dia menatap langit langit kamarnya.
dan membaca kembali isi isi diary nya yang lalu

#105 Dear Diary
hari ini pertama aku masuk smp , ga kerasa uda smp aja aku . hiihiii
hei tau ga kamu ry tadi aku ketemu cowo manis banget , cool deh gayanya ramah lagi. huhuuu tapi dia uda punya pacar belom yaa?


#106 Dear Diary
yes , i found . namanya Abi P Anggara . namanya setampang orangnya loh. dia sangat menyukai olahraga. yang paling dia sukai itu bola kaki. hmm
cowo yang menarik yah ry? selain itu dia juga pintar bangeet.


#107 Dear Diary
aku sebangku ama dia ry , astagaa kami sahabatan dekat banget . ada sih beberapa cewe yang iri tapi mana ku peduli. yang ku tau aku menyukainya. :)


#205 Dear Diary
hari ini perpisahan kelas ku. ga jumpa lagi deh , tapi tenang aku bakalan nyusul dia. dia bilang dia mau sekolah di harvart. gilaak tu sekolah kan mahal banget ya? ga papa deh aku harus dapat beasiswa pokonya. SEMANGAT !


#301 Dear Diary
aku berhasil lulus yes bakalan ketemu dia. dan bener aja ry aku ketemu dia. hahaaahaa bahagianyaaaa hatiku.
dan aku mendapatkan sahabat baru :)


#411 Dear Diary
tidaaaaak aku tak semangat bercerita , Jessy sahabatku menyukai abi. sediih rasanyaa :(


ah ! Ana melempar diarynya dan dia menangis dalam pikirannya.

Seandainya #Part8

Dua minggu sudah Jessy menjalani pengobatan dan akhirnya Jessy sudah diperbolehkan pulang. Jessy terlihat sangat senang dikarenakan dia memang sudah tidak betah berada lama lama di rumah sakit.
Jessy merindukan sahabat sahabatnya , sekolahnya dan segalanya tentang hidupnya. ia tak ingin membuang waktu lagi. ia tau hidupnya sudah tak berarti lagi dan ia ingin menikmati akhir penantiannya.

Masih teringat di pikiran Jessy atas kejadian tiga hari lalu saat ia bertengkar dengan mom.
"mom aku ingin pulang !" pinta ku
"jessy kamu belum sembuh honey , harus ada beberapa terapi yang akan kamu jalani" kata mom lembut.
"terapi apalagi mom? aku capee mom aku lelah" pintaku
"sabar lah honey" ucap dad
"dad , mom aku tau apa yang terjadi dengan ku. aku tau mom" ucapku lemah
"Jessy maksudmu?" tanya mom
"aku leukimia mom , dan hidup aku ga bakalan lama lagi" kataku dalam tangis
"Jessyyyyyy" ucap dad lemah
"tidaak honey , percaya mom ! kamu akan sembuh honeey mom janji" mom mulai menangis dan merangkul ku
"percuma mom , semuanya sia sia"
"Jessy ga ada yang sia sia di dunia ini honey please demi mom !"
"mom aku percaya mom sangat menyanyangiku dan mom tau aku juga sangat menyanyangimu mom" peluk ku erat kepada mom
"Jessy mom mohoon honeey !" teriak mom
"dad , ku mohoon" pintaku lemaah
"........................." dad terdiam
"izinkan aku untuk bahagia terakhir kalinya mom , dad"
"honeeeyyy" tangis mom
"Jessy kami sangat mencintaimu" ucaap dad dan memelukku

Seandainya #Part7

Jessy tak bisa tidur. ia teringat pesan bbm yang dikirim dad tadi siang.

Dad : Sabar darl , semua ada jalan nya. percayalah jessy akan sembuh.
Mom : Apakah kamu yakin dia akan sembuh? Darl dia leukimia , anak kita leukimia darl. stadium akut hidupnya divonis beberapa bulan lagi.
Dad : Darl percayalah akan ada jalan , masi ada kemotrapi kita bisa mencoba untuk menyembuhkannya. ku mohon jangan kasih tau dia dulu.
Mom : yes i known , aku akan ke mesjid untuk sholat darl. ku mohon cepatlah pulang
Dad : oke darl , aku sudah memesan pesawat dan besok akan berangkat.


Jessy menangis sedalam dalamnya di dalam bantalnya. sungguh dia tak percaya akan apa yang terjadi dengannya.
semua memorinya kembali seketika.
saat ia mengenal Ana dan Kimi.
saat ia menyukai Abi.
saat liburannya kebali.
saat semua kenangan indah itu tak kan bisa diingat lagi.
Jessy menangis dalam malamnya.