Jumat, 05 Agustus 2011

Seandainya #Part6

Jessy terbangun dari tidurnya. ia melihat sekelilingnya tidak ada siapa pun.
tiba tiba matanya melirik sesuatu , blackberry milik mom.
Jessy mencoba untuk bangun dan mencoba meraih smartphone milik mom .
"ini Bb mom , tapi kmna dia? ah pinjem dulu deh buat ngebbm kimi" sahut jessy dalam hati
tiba tiba bb mom bergetar , ia melihat inbox masuk bbm nya mom.
"oh ternyata dari dad" senyumnya , namun senyum itu seaakan ilang setelah Jessy membaca bbm dari dad. dia terdiam dan segera meletakan kembali smartphone mom.
Tiba tiba seorang perempuan paruh baya dan cowok keren memasuki ruangannya.
"hai honey? sudah bangun? mom habis dari mesjid bareng kak bumi. nih mom bawakan jus apel kesukaanmu" sahut mom
"hai adeek ku yang cantiik cepat sembuh yaa" ucap bumi sambil mencium kening Jessy
"jess?" panggil mom
"ah iya mom?" sahutku kaget
"ada apa honey? ada yang salah?" tanya mom
"nothing" jawabku dengan senyuman
"mom apa penyakitku sebenarnya?" tanya ku
Mom tersentak "kamu hanya kecapeean honey , makanya kalo mom ngomong di dengar" kata mom mencoba marah
"hanya itu?"
"yaa" sahut mom
"mom yakin tak ada yang lain?" tanya ku lagi
"yakiin honeey" jawab mom sambil tersenyum "ayoo minum jus mu" suruh mom
Jessy tersenyum dan meminum Jusnya. Pikirannya entah kemanaa

Seandainya #Part5

Kimi , Ana dan Abi sampai dirumah sakit Harapan Pertiwi tempat Jessy dirawat. Sesaat sbelum memasuki ruangan ICU mereka harus menggunakan seragam ruangan ICU.
Mom tersadar dari lamunannya disaat Kimi , Ana dan Abi memasuki ruangan Jessy.
"sore tan" sapa Kimi Ana dan Abi bersamaan
"sore" jawab mom ramah
"bagaimana keadaan jessy tan?" tanya abi sambil mendekati tempat tidur Jessy
"iya seperti itulah , dokter bilang dia harus banyak istirahat dulu" jawab mom
"Jessy sakit apasih tan?" tanya Ana tiba tiba
"bukan apa apa dia hanya kecapean" senyum mom "maafkan tante , maafkan mom Honey mom ga bisa bilang apa yang terjadi sekarang" kata mom dalam hati
"iya dia sebulan ini emang banyak kegiatan tan" sahut Kimi
Mom hanya tersenyum dan keluar. Kimi menyikut tangan Ana dan menariknya keluar dari ruangan membiarkan Jessy dan Abi berdua.
Deg tiba tiba ana merasakan sakit yang luar biasa di dalam hatinya.
"ya Allah buatlah rasa cemburu ini menjadi kelembutan"

Abi melihat Jessy dengan iba. Wajah cantik itu kini berubah menjadi pucat tanpa rona dan senyum diwajahnya. terlihal lemah dan lunglai. Abi melirik Ana tapi dia sudah tidak ada ditempat. Abi menggenggam tangan Jessy
"cepat sembuh Jess" bisiknya lembut
ia melepaskan genggamannya dan melihat Ana dari jendela.
"sejujurnya jess , aku tau kamu menyukaiku. tapi maafkan aku , karena aku tak bisa membalas perasaanmu karena telah ada seorang gadis manis menarik perhatianku" kata Abi dalam hati dan melirik Ana yang sedang tertunduk lemah.

"sejujurnya Jess , aku menyukai abi. maafkan aku karena harus membohongi kalian. aku akan mencoba menerima apa yang terjadi jess , karena kamu adalah sahabatku" ucap Ana dalam hati sambil melirik Abi yang sedang menatap Jessy.

Seandainya #Part4

Harvart School

Sudah seminggu Jessy tidak masuk sekolah dikarenakan sakit dan harus dirawat intensif diruang ICU. Ana dan Kimi yang sahabat Jessy merasa sedih karena Jessy tak juga sembuh.
"kim lu ntar pulang sekolah ada acara ga?" tanya Abi yang tiba tiba menghampiri meja Kimi dan Ana
"mau kerumah sakit bi , mau jengukin Jessy nape emang?" tanya Kimi balik
"nah pas banget , gue mau ikutan. masalah nya kemaren kemaren ada pertandingan jadi gue ga sempat deh ngejenguk si Jessy. Gue bbmin tanyain rumah sakitnya dia ga bales bales mulu" keluh Abi
"mungkin dia ga mau lu sedih bi , kasihan dia sekarang rada kurusan" jawab Ana
"iyaa kasian " sedih Kimi
"yaudah ntar gue ikut yaa" sahut abi
"oke deeh" kata Ana dan Kimi bersamaan


Harapan Pertiwi Hospital

Mom memasuki ruangan Jessy , ia melihat wajah Jessy yang pucat dan selang oksigen dihidungnya. Mom teringat apa yang dikatakan dokter Heru tadi.
"Ibu Jane silahkan masuk" kata dokter
"terimakasih dok" sahut mom sambil menyalam dokter dan duduk
"apa yang terjadi dengan Jessy dok?" tanya mom
"ibu Jane , maaf sebelumnya ini mungkin kabar yang sangat tidak baik bagi ibu" ucap dokter Heru lemah
"apa yang terjadi dengan Jessy dok?" mom mulai panik
"Jessy mengidam leukimia bu , dan menurut hasil lap yang saya terima hidupnya hanya bertahan beberapa bulan lagi. karena dia sudah mengidap penyakit ini tingkat stadium akut" jelas dokter Heru
"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA? dokter Heru anda tidak sedang bercanda kan?" tanya mom histeris
"........................" dokter Heru hanya menggeleng
"saya mohoon dok , pleaseee selamatkan Jessy" mom mulai menangis
"maafkan saya bu" kata dokter Heru dan tertunduk lemas

Seandainya #Part3

Bel tanda pulang berbunyi , seluruh siswa dan siwi SMA Harvart berhamburan keluar kelas tak terkecuali si tiga serangkai Jessy , Ana dan Kimi. Mereka berjalan kearea parkiran sekolah.
"Jess kapan nih lu nyatain cinta ke si abi? uda kelas tiga tau masa mau cidaha molo lunya" sikut kimi saat melewati lapangan basket dan melihat Abi sedang bermain basket
"ih apaan si? hei semua itu butuh proses ga langsung langsung aja kali kim , lagiaan apaan lagi cidaha cidaha?" sewot Jessy
"prosesnya kelamaan masa uda PDKT setahun ga ada hasilnya sih mau sampai kapan sih Jes? haloo mau sampai tamat yaa baru lu nya nembak? cidaha entu cinta dalam hati oon"
"what? gue nembak duluan? no no no . kimi sayang lu tau ga sih gue cewe idola seantero sekola masa disuruh nembak cowo"
"yaudah gue aje yang nembak" celetuk ana yang dari tadi diam aja
"apaa lu serius na? lu suka abi?" tanya Jessy dan Kimi bersamaan
"hahaahaaa iya enggaklah ga mungkin kan gue suka sama gebetan sahabat gue sendiri. ngaco deh kalian semua" jawab Ana
"walau sebenarnya gue sangat mencintai abi" sahut ana dalam hati
"iiiih anaa , nyebeliin deeh" peluk Jessy
"tau nih yuuk pulaang" ajaak Kimi
"yuuk....." sahut Ana dan Jessy bersamaan

Seandainya #Part2

Jessy telah tiba disekolah duluan. ia berjalan ke koridor untuk mencari kelasnya yang tertera di papan pengumuman di lapangan sekolah. setelah menaiki tangga dan sampai dilantai tiga Jessy menemukan kelasnya. dia mendapatkan kelas 3ipa4.
Sementara itu Ana dan Kimi sedang asyik berada dikantin. tiba tiba handphone kimi bergetar.
"halo jes? ada apa? apa lu sudah datang? dimana kelas lu?" tanya Kimi
"halo , hei santai dong kalo ngomong banyak amat nanyanya. uda gue uda nyampe nih kelas 3ipa4 lu dimana kim? ana uda datang belum? tanya jessy
"cihuuy asiik dong samaan lagi kelas kita cuy , gue sama ana juga ipa4. gue lagi dikantin nih ama ana tenang bentaran lagi masuk kok. lu tau kaga si abi juga ipa4" ujar kimi
"iyee tau gue , udah ah cepetan naik sini GPL !" balas jessy dan langsung mematikan telponnya
"siapa kim?" tanya ana
"jessy an , heran dah gue nelpon nelpon malah ngomel. yuuk keatas" ajak kimi
Ana cuman senyum senyum aja , dia tau sahabat nya yang satu ini ga bakalan betah lama lama kehilangan dia dan kimi.

Seandainya #Part1

Pagi hari dihari pertama sekolah saat liburan panjang usai.

Jessy Home
"Jessy , Jessy ayo honey bangun liburan sekolah mu telah usai" teriak mom sambil membuka jendela.
"hmmm apa mom?" aku melirik jam ku dan kuliat hari masih jam setengah lima "mom ini masih pagi? tak bisa kah sebentar lagi? aku masi capeek" rayu ku.
"no jessy , ayoo bangun laksanakan perintah tuhan mu untuk sholat subuh. dan mom tidak akan mentolerirnya" sambil berlalu dari kamarku.
"oke okee aku tau mom , dan selalu itu yang terjadi kan?" aku berlari ke kamar mandi dan mempersiapkan perlengkapan ku pagi ini.


Anabella Home
"Pagi ayah? gimana kabarmu hari ini? aku sudah mempersiapkan sarapan. seperti biasa hari ini aku akan dijemput oleh bus jemputanku" kata ku sambil memasang sepatu saat ayah keluar dari kamarnya.
"terimakasih nak, iya berhati hatilah dan semangat belajar. ingat kamu sudah kelas tiga" kata ayah sambil mengelus elus rambutku.
"iya ayaah , baiklah aku berangkat yaa" aku meraih tangan ayah dan menciumnya.
"hati hati nak , jangan lupa kunci serep mu dibawa" sahut ayaah
"oke ayaah , ana pergi yaa" jawabku dan berlari keluar rumah.


Kimi Home
"kimii kau akan pergi sama siapa?" tanya esika kepadaku.
"bis jemputan kak , aku tau kau tak akan mengantarku kan?" ketus ku.
"oke uang jajan mu sudah ditransfer papi melalui atm kau bisa cek atm mu , aku berangkat duluan karena tugas kampus ku menumpuk" kata esika berlalu.
"iya dan papi selalu saja menyusahkan ku" keluh ku


Abi Home
"maaah aku pergi dulu ya , doakan hari ini menjadi hari yang terbaik ku." ucapku sambil meraih tangan mamah dan menciumnya.
"iyaa , abi yang baik ya sekolahnya ntar kalo uda pulang sms mamah biar mamah jemput dan jangan lupa seragam bola mu dan bola nya sudah mamah siapkan." katanya
"oke maaah" kataku sambil berlalu pergi dan meraih bola kesayanganku.

Seandainya #Begin

Pengenalan tokoh

Jessy Putri Hardika : cewek cantik , lucu , gemesin , putih , tinggi dan idola setiap cowok. Berasal dari kalangan atas yang cukup kaya. Orang tuanya seorang direktur perusahaan terkenal. Mempunyai kakak lelaki bernama Bumi Putra Hardika. Dia mengidap penyakit leukumia dan di vonis tidak akan hidup lama lagi.


Anabella Rahmi : cewek hitam manis , berambut panjang , pendiam dan pemalu. sahabat dekatnya Jessy. Berasal dari kalangan menengah yang berhasil mendapatkan beasiswa di sekolah Harvart yang terkenal dengan keelitannya karena kepintarannya. Orang tuanya hanya seorang pegawai swasta. dia tidak mempunyai saudara dikarenakan ibunya telah meninggal disaat melahirkannya dan ayahnya tak ingin menikah lagi.


Kimi Hafsari : cewek manis , supel , ramah bergaul dan energik. Sahabat nya Jessy dan Anabella. Berasal dari kalangan menengah atas sepantaran dengan Jessy. Menyukai dunia dance dan mempunyai seorang kakak perempuan bernama Esika Iskandar.


Abi P Anggara : cowo pintar , energik , supel , dan manis. Seorang pemain futsal dan merupakan cowo yang sama sama disukai Jessy dan Anabella. berasal dari kalangan menengah. Seorang anak tunggal dan tidak mempunyai ayah. ayahnya meninggal dikarenakan sakit saat ia berumur 10 tahun.


Selebihnya tidak dipublikasikan karena hanya tokoh tambahan.