Jumat, 05 Agustus 2011

Seandainya #Part10

Jessy mengirim pesan singkat kepada abi. dia ingin mengajak abi ketemuan. ya dia sudah memikirkan nya , dia sangat menyukai abi dan dia ingin di akhir hidupnya dia bisa bersama abi. walau dia harus berkata duluan dan dia harus jujur akan keadaannya sekarang.

Cafe Daun jam 15.00 sore Jessy duduk menunggu kedatangan Abi.
"hai , uda lama ya? sori maceet" sapa abi
"hai ! ga kok aku juga baru nyampe" jawabku ramah
"jadi apa?" tanya abi
"kamu ga mau pesen sesuatu dulu?" tanya ku lagi "aku hanya ingin mengobrol saja , sudah lama kan kita ga ngobrol bareng?" kataku lagi
"hahaa iya juga sih , ya uda aku pesen capuccino aja. kamu uda pesen?"
"uda kok.."
"okee so what?"
"aku bingung harus mulai darimana , tapi yang pasti aku .. aku ... aa .. aku menyukaimu ! iyaa aku menyukaimu" jawabku lancar
deg !
"kenapa diam bi?" tanya ku
"maksud mu apa jess?" tanya abi
"maksudku kamu mau ga jadi pacar aku?" tanya ku sambil menunduk
"aku rasa ini waktu yang tepat , aku menyukai mu dari kelas satu dan baru bisa dekat dengan mu kelas dua. aku leukimia bi.." kataku lemah
"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA? Kamu serius?" tanya abi
"iya , hidup aku ga berapa bulan lagi. ku mohon temani aku disisa akhir hidupku" tangis ku mulai meledak.
Abi memelukku dalam diam. dia linglung dan bingung.

Seandainya #Part9

Ana memasuki perkarangan rumahnya. ia sangat lelah setelah seharian sekolah , mengikuti les tambahan , dan juga harus menjemput Jessy dirumah sakit. dia senang akhirnya sahabatnya dapat kembali sekolah lagi.
Sesampainy dikamar Ana mengambil diarinya dan menuliskan sesuatu.

Dear diary
hari ini jessy pulang , aku senang dia sudah sembuh. tapi semakin hari perasaan ku kepada abi semakin kuat. saat jessy sakit aku sering bersama dengan abi.
ya allah aku sangat mencintainya lebih dari apapun. kamu tau kan diary aku berjuang masuk harvart demi dia , aku menyukainya dari smp sampai akhirnya aku belajar mati matian hanya untuk dia.
tapi sekarang yang terjadi sahabatku menyukainya dan sangat menyukainya.
apa yang harus kulakukan? aku sangat mencintainya diary :(


Ana berbaring di kasurnya yang empuk , dia menatap langit langit kamarnya.
dan membaca kembali isi isi diary nya yang lalu

#105 Dear Diary
hari ini pertama aku masuk smp , ga kerasa uda smp aja aku . hiihiii
hei tau ga kamu ry tadi aku ketemu cowo manis banget , cool deh gayanya ramah lagi. huhuuu tapi dia uda punya pacar belom yaa?


#106 Dear Diary
yes , i found . namanya Abi P Anggara . namanya setampang orangnya loh. dia sangat menyukai olahraga. yang paling dia sukai itu bola kaki. hmm
cowo yang menarik yah ry? selain itu dia juga pintar bangeet.


#107 Dear Diary
aku sebangku ama dia ry , astagaa kami sahabatan dekat banget . ada sih beberapa cewe yang iri tapi mana ku peduli. yang ku tau aku menyukainya. :)


#205 Dear Diary
hari ini perpisahan kelas ku. ga jumpa lagi deh , tapi tenang aku bakalan nyusul dia. dia bilang dia mau sekolah di harvart. gilaak tu sekolah kan mahal banget ya? ga papa deh aku harus dapat beasiswa pokonya. SEMANGAT !


#301 Dear Diary
aku berhasil lulus yes bakalan ketemu dia. dan bener aja ry aku ketemu dia. hahaaahaa bahagianyaaaa hatiku.
dan aku mendapatkan sahabat baru :)


#411 Dear Diary
tidaaaaak aku tak semangat bercerita , Jessy sahabatku menyukai abi. sediih rasanyaa :(


ah ! Ana melempar diarynya dan dia menangis dalam pikirannya.

Seandainya #Part8

Dua minggu sudah Jessy menjalani pengobatan dan akhirnya Jessy sudah diperbolehkan pulang. Jessy terlihat sangat senang dikarenakan dia memang sudah tidak betah berada lama lama di rumah sakit.
Jessy merindukan sahabat sahabatnya , sekolahnya dan segalanya tentang hidupnya. ia tak ingin membuang waktu lagi. ia tau hidupnya sudah tak berarti lagi dan ia ingin menikmati akhir penantiannya.

Masih teringat di pikiran Jessy atas kejadian tiga hari lalu saat ia bertengkar dengan mom.
"mom aku ingin pulang !" pinta ku
"jessy kamu belum sembuh honey , harus ada beberapa terapi yang akan kamu jalani" kata mom lembut.
"terapi apalagi mom? aku capee mom aku lelah" pintaku
"sabar lah honey" ucap dad
"dad , mom aku tau apa yang terjadi dengan ku. aku tau mom" ucapku lemah
"Jessy maksudmu?" tanya mom
"aku leukimia mom , dan hidup aku ga bakalan lama lagi" kataku dalam tangis
"Jessyyyyyy" ucap dad lemah
"tidaak honey , percaya mom ! kamu akan sembuh honeey mom janji" mom mulai menangis dan merangkul ku
"percuma mom , semuanya sia sia"
"Jessy ga ada yang sia sia di dunia ini honey please demi mom !"
"mom aku percaya mom sangat menyanyangiku dan mom tau aku juga sangat menyanyangimu mom" peluk ku erat kepada mom
"Jessy mom mohoon honeey !" teriak mom
"dad , ku mohoon" pintaku lemaah
"........................." dad terdiam
"izinkan aku untuk bahagia terakhir kalinya mom , dad"
"honeeeyyy" tangis mom
"Jessy kami sangat mencintaimu" ucaap dad dan memelukku

Seandainya #Part7

Jessy tak bisa tidur. ia teringat pesan bbm yang dikirim dad tadi siang.

Dad : Sabar darl , semua ada jalan nya. percayalah jessy akan sembuh.
Mom : Apakah kamu yakin dia akan sembuh? Darl dia leukimia , anak kita leukimia darl. stadium akut hidupnya divonis beberapa bulan lagi.
Dad : Darl percayalah akan ada jalan , masi ada kemotrapi kita bisa mencoba untuk menyembuhkannya. ku mohon jangan kasih tau dia dulu.
Mom : yes i known , aku akan ke mesjid untuk sholat darl. ku mohon cepatlah pulang
Dad : oke darl , aku sudah memesan pesawat dan besok akan berangkat.


Jessy menangis sedalam dalamnya di dalam bantalnya. sungguh dia tak percaya akan apa yang terjadi dengannya.
semua memorinya kembali seketika.
saat ia mengenal Ana dan Kimi.
saat ia menyukai Abi.
saat liburannya kebali.
saat semua kenangan indah itu tak kan bisa diingat lagi.
Jessy menangis dalam malamnya.

Seandainya #Part6

Jessy terbangun dari tidurnya. ia melihat sekelilingnya tidak ada siapa pun.
tiba tiba matanya melirik sesuatu , blackberry milik mom.
Jessy mencoba untuk bangun dan mencoba meraih smartphone milik mom .
"ini Bb mom , tapi kmna dia? ah pinjem dulu deh buat ngebbm kimi" sahut jessy dalam hati
tiba tiba bb mom bergetar , ia melihat inbox masuk bbm nya mom.
"oh ternyata dari dad" senyumnya , namun senyum itu seaakan ilang setelah Jessy membaca bbm dari dad. dia terdiam dan segera meletakan kembali smartphone mom.
Tiba tiba seorang perempuan paruh baya dan cowok keren memasuki ruangannya.
"hai honey? sudah bangun? mom habis dari mesjid bareng kak bumi. nih mom bawakan jus apel kesukaanmu" sahut mom
"hai adeek ku yang cantiik cepat sembuh yaa" ucap bumi sambil mencium kening Jessy
"jess?" panggil mom
"ah iya mom?" sahutku kaget
"ada apa honey? ada yang salah?" tanya mom
"nothing" jawabku dengan senyuman
"mom apa penyakitku sebenarnya?" tanya ku
Mom tersentak "kamu hanya kecapeean honey , makanya kalo mom ngomong di dengar" kata mom mencoba marah
"hanya itu?"
"yaa" sahut mom
"mom yakin tak ada yang lain?" tanya ku lagi
"yakiin honeey" jawab mom sambil tersenyum "ayoo minum jus mu" suruh mom
Jessy tersenyum dan meminum Jusnya. Pikirannya entah kemanaa

Seandainya #Part5

Kimi , Ana dan Abi sampai dirumah sakit Harapan Pertiwi tempat Jessy dirawat. Sesaat sbelum memasuki ruangan ICU mereka harus menggunakan seragam ruangan ICU.
Mom tersadar dari lamunannya disaat Kimi , Ana dan Abi memasuki ruangan Jessy.
"sore tan" sapa Kimi Ana dan Abi bersamaan
"sore" jawab mom ramah
"bagaimana keadaan jessy tan?" tanya abi sambil mendekati tempat tidur Jessy
"iya seperti itulah , dokter bilang dia harus banyak istirahat dulu" jawab mom
"Jessy sakit apasih tan?" tanya Ana tiba tiba
"bukan apa apa dia hanya kecapean" senyum mom "maafkan tante , maafkan mom Honey mom ga bisa bilang apa yang terjadi sekarang" kata mom dalam hati
"iya dia sebulan ini emang banyak kegiatan tan" sahut Kimi
Mom hanya tersenyum dan keluar. Kimi menyikut tangan Ana dan menariknya keluar dari ruangan membiarkan Jessy dan Abi berdua.
Deg tiba tiba ana merasakan sakit yang luar biasa di dalam hatinya.
"ya Allah buatlah rasa cemburu ini menjadi kelembutan"

Abi melihat Jessy dengan iba. Wajah cantik itu kini berubah menjadi pucat tanpa rona dan senyum diwajahnya. terlihal lemah dan lunglai. Abi melirik Ana tapi dia sudah tidak ada ditempat. Abi menggenggam tangan Jessy
"cepat sembuh Jess" bisiknya lembut
ia melepaskan genggamannya dan melihat Ana dari jendela.
"sejujurnya jess , aku tau kamu menyukaiku. tapi maafkan aku , karena aku tak bisa membalas perasaanmu karena telah ada seorang gadis manis menarik perhatianku" kata Abi dalam hati dan melirik Ana yang sedang tertunduk lemah.

"sejujurnya Jess , aku menyukai abi. maafkan aku karena harus membohongi kalian. aku akan mencoba menerima apa yang terjadi jess , karena kamu adalah sahabatku" ucap Ana dalam hati sambil melirik Abi yang sedang menatap Jessy.

Seandainya #Part4

Harvart School

Sudah seminggu Jessy tidak masuk sekolah dikarenakan sakit dan harus dirawat intensif diruang ICU. Ana dan Kimi yang sahabat Jessy merasa sedih karena Jessy tak juga sembuh.
"kim lu ntar pulang sekolah ada acara ga?" tanya Abi yang tiba tiba menghampiri meja Kimi dan Ana
"mau kerumah sakit bi , mau jengukin Jessy nape emang?" tanya Kimi balik
"nah pas banget , gue mau ikutan. masalah nya kemaren kemaren ada pertandingan jadi gue ga sempat deh ngejenguk si Jessy. Gue bbmin tanyain rumah sakitnya dia ga bales bales mulu" keluh Abi
"mungkin dia ga mau lu sedih bi , kasihan dia sekarang rada kurusan" jawab Ana
"iyaa kasian " sedih Kimi
"yaudah ntar gue ikut yaa" sahut abi
"oke deeh" kata Ana dan Kimi bersamaan


Harapan Pertiwi Hospital

Mom memasuki ruangan Jessy , ia melihat wajah Jessy yang pucat dan selang oksigen dihidungnya. Mom teringat apa yang dikatakan dokter Heru tadi.
"Ibu Jane silahkan masuk" kata dokter
"terimakasih dok" sahut mom sambil menyalam dokter dan duduk
"apa yang terjadi dengan Jessy dok?" tanya mom
"ibu Jane , maaf sebelumnya ini mungkin kabar yang sangat tidak baik bagi ibu" ucap dokter Heru lemah
"apa yang terjadi dengan Jessy dok?" mom mulai panik
"Jessy mengidam leukimia bu , dan menurut hasil lap yang saya terima hidupnya hanya bertahan beberapa bulan lagi. karena dia sudah mengidap penyakit ini tingkat stadium akut" jelas dokter Heru
"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA? dokter Heru anda tidak sedang bercanda kan?" tanya mom histeris
"........................" dokter Heru hanya menggeleng
"saya mohoon dok , pleaseee selamatkan Jessy" mom mulai menangis
"maafkan saya bu" kata dokter Heru dan tertunduk lemas